Live Journal

My Life as Reza Puradiredja

Life is hard, and it’s gonna be harder, if you never learn, how to deal with it

with 2 comments

Life is hard, and it’s gonna be harder, if you never learn, how to deal with it “, jika kita tidak mengatur hidup kita, maka Sang Hidup lah yang akan mengatur, whether you like it or not

Cara berpikir kita, menentukan tindakan apa yang akan kita ambil untuk menghadapi permasalahan yang timbul. Wawasan sangat penting untuk memberikan alternatif pemikiran, jika jalan yang biasa ditempuh sudah tidak mungkin lagi dijalankan, dan wawasan akan sangat membantu pikiran, untuk berimprovisasi dalam segala hal.

Sebagai contoh, jika kita hanya mengetahui satu jalan untuk menuju Malioboro, maka kita akan berhadapan dengan kemacetan, namun dengan wawasan yang sedikit diperluas, entah dar ipeta ataupun dari informasi lain, kita akan menemukan jalan menuju tujuan kita, tanpa harus menghadapi kemacetan lalu lintas yang menghadang di jalan yang biasa dilalui orang lain.

Sebuah pikiran yang terbuka dan siap menerima input dari luar, akan mampu untuk melihat hal – hal yang mungkin tidak dilihat orang lain, misalnya sebuah helm, bagi kita mungkin hanya sekedar pelindung kepala, namun bagi seorang seniman, bisa saja terlihat sebagai sebuah penghias kepala, pot bunga, ataupun sebagai media berekspresi lainnya.

Di zaman yang menurut banyak orang adalah abad informasi, informasi sangat menentukan jalan hidup seseorang. Informasi telah menjadi kebutuhan, bahkan telah menjadi komoditi. Meninjau hal ini, sudah seharusnya kita bertanya – tanya, apakah informasi sedemikian berharganya sehingga dicari, bahkan kadang dibeli orang ? Tentu saja, seperti kata Konfusius “…sebuah alat, hanya akan secanggih orang yang menggunakannya…

Dalam menjalani hidup, kadang ada masa dimana kita tidak mampu untuk meraih yang menjadi tujuan kita, melalui cara yang biasa dilakukan orang lain, baik itu karena masalah ‘keberuntungan’ finansial, ataupun anugerah dari Yang Maha Kuasa.

Sebuah tujuan, dapat diibaratkan dengan sebuah wajah, dan jika kita tutupi sebagian wajah itu dengan tangan, yang diibaratkan sebagai rintangan, dan memfokuskan pandangan pada tangan itu, maka wajah, yang menjadi tujuan kita, tentu akan terlihat kabur, begitupun sebaliknya. Fokuskan pada tujuan, bukan rintangan !

Mungkin anda berpendapat, jauh lebih mudah untuk mengatakan daripada melaksanakan…itu benar, namun akan jauh lebih mudah untuk dilaksanakan jika kita menjauhkan pikiran negatif dan mulai melangkah, minimal dengan mulai menatap tujuan kita dengan fokus, dan dengan demikian, kita akan mulai berpikir, bagaimana melewati rintangan tersebut, ketimbang membuang tujuan, karena kita terlalu takut dan bersikap pengecut dalam menghadapi rintangan tersebut.

Bermimpilah, dan gapailah mimpimu, dapat diterjemahkan sebagai lebih baik mempunyai tujuan, dan berusaha menggapainya, ketimbang hanya terduduk lesu,, memandang masa depan dengan mata kosong, dan menyerah pada nasib. Seseorang yang menyerah pada nasib, dapat dikatakan sebagai zombie, karena hidup bukanlah hidup jika kita tidak mulai menentukan jalan hidup kita sendiri….

Written by Reza Puradiredja

15/10/2008 at 19:00

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. “Fokuskan pada tujuan, bukan rintangan !”

    sy paling tertarik sm kalimat itu, kadang saat qt ada d posisi “high spirit” qt akan bner fokus sm tujuan qt & berusaha mati2an untuk bs mewujudkannya.

    tapi, ada jg saat2 qt harus menerima kenyataan kalau sdh maksimal usaha tp berulang-ulang gak berhasil untuk mewujudkannya. dan pd masa itu qt akan ada pd keadaan yg namanya “jenuh” gak jarang jenuh itu berkepanjangan.

    jenuh itu kn jg bagian dr rintangan.. yg sy rasakan rasa jenuh yg berkepanjangan sulit untuk dibuang jauh2😦 gimana ya memberi pengertian kpd diri qt sndiri ???

    Meity

    24/03/2011 at 13:31

  2. Fokus pada tujuan bukan berarti “keukeuh , ndableg , ngeyel dan stubborn ” terhadap roadblock …🙂

    ” … Sebagai contoh, jika kita hanya mengetahui satu jalan untuk menuju Malioboro, maka kita akan berhadapan dengan kemacetan, namun dengan wawasan yang sedikit diperluas, entah dar ipeta ataupun dari informasi lain, kita akan menemukan jalan menuju tujuan kita, tanpa harus menghadapi kemacetan lalu lintas yang menghadang di jalan yang biasa dilalui orang lain… ”

    intinya sih gimana kita melatih diri buat membuka pikiran , nyari jalur alternatif dan atau mungkin jalan dulu ke tujuan lain , tanpa melupakan tujuan semula …

    dan , again , kalo logika dan hati udah sepakat kalo tujuan kamu itu nggak terjangkau , ya udah saatnya move on dan bikin tujuan baru🙂

    jangan pernah berhenti , karena waktu nggak pernah berhenti …😉

    Reza Puradiredja

    24/03/2011 at 14:24


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: