Live Journal

My Life as Reza Puradiredja

sometimes , the answers are lies beyond the pain

leave a comment »

Hari ini kulalui dengan penuh kegalauan. Pertanyaan demi pertanyaan yang kian tidak menemui titik temu, apalagi jawaban mulai kurasakan menjadi beban yang kian menyesak di dada. Segala urusan kesehatan yang seharusnya menjadi perhatianku pun seakan tiada makna lagi. Segala prosedur dan ritual di rumah sakit yang sedemikian padat kulalui secara mekanis dan sama sekali tidak kupikirkan. Saat menunggu antrian pun kulalui dengan lebih banyak melamun dan berpikir , namun tetap saja serasa ada awan pekat yang menutupi setiap harapan akan jalan keluar yang kucari.

Tiba – tiba aku melihat sosok yang pernah kukenali , ya , dia adalah Sisi, teman semasa SMP yang dengan mudahnya kuingat karena beberapa ciri fisiknya. Dia pun ternyata melihat kearahku dan segera mengenaliku. Sejujurnya kami memang tidak pernah dekat sebelumnya , pertemanan semasa SMP pun kami lalui dengan biasa saja dan pertemuan kami yang terakhir adalah pada saat ‘reuni’ tidak resmi beberapa tahun yang lalu dan ternyata dia pun sedang menjalani beberapa prosedur check up di Rumah Sakit ini.

Setelah melalui beberapa waktu berbasa-basi , Sisi pun akhirnya menceritakan tentang kehidupan pribadinya yang tidak mulus, antara lain tentang kehidupan pernikahannya , anaknya yang terpaksa diurus oleh mertuanya di Bandung dan kehidupan profesionalnya sebagai sekretaris direksi di salah satu perusahaan besar di Jakarta.

Melalui ajang curhat colongan –yang beberapa kali terputus karena panggilan Lab dan Dokter- akhirnya aku mencoba untuk secara logis dan rasional , memberikan beberapa pandangan yang menurutku adalah jalan yang terbaik, walaupun aku selalu menggaris bawahi bahwa apa yang aku sarankan bukanlah jalan yang termudah , namun memiliki kemungkinan terbesar untuk menyelesaikan beberapa masalah yang membuat dia terbebani saat ini.

Sampai akhirnya perbincangan itu pun terputus karena aku harus memasuki ruangan dokter dan dia pun sebenarnya telah selesai melakukan check up. Kami pun berpisah tanpa lupa saling bertukar nomor telepon dan alamat email. Sampai disitu aku masih belum memikirkan apapun selain hanya secara mekanis melakukan ritual pemeriksaan kesehatan.

Pada akhirnya pemeriksaanku pun berakhir dan aku dipersilakan untuk pulang. Pada saat mengantri di apotek , tiba –tiba tanpa sadar aku seakan mencoba untuk menghubungkan antara masalahku dan masalah yang dialami oleh Sisi. Memang sekilas seakan tidak ada hubungannya sama sekali , namun aku entah kenapa merasakan ada benang merah antara saran yang aku berikan dan jawaban yang aku butuhkan.

Secara logis dan nalar , masalah kami sangat berbeda , namun akhirnya aku dapat menemukan sesuatu yang mungkin adalah jawaban yang kubutuhkan , tanpa aku sadari selama ini telah menghantuiku di bawah sadar dan betapa selama ini aku selalu mengacuhkan jalan itu dengan alasan waktu dan biaya yang tidak memungkinkan selain memang ada rasa malasku untuk menghadapi kenyataan yang bisa sangat pahit dan menyakitkan jika aku mengambil jalan itu.

Mungkin terlalu panjang jika aku ceritakan seluruh proses dan jawaban itu secara detail , namun pada intinya jawaban akan permasalahanku adalah : Setiap masalah yang belum terselesaikan , akan selalu menghantui langkah ku dan membebani hidupku. Dengan selalu menomor duakan penyelesaian masalah ini , akan membawa masalah baru ke dalam hidupku dan siklus itu akan terus berlangsung sampai aku menyelesaikan akar masalah ini.

Aku seakan diingatkan kembali kepada kata – kata ku sendiri saat menjawab pertanyaan berikut ini yang berasal dari salah seorang mantan karyawanku :

“ Mengapa Pak Reza bisa mengatakan bahwa anda belajar sesuatu dari si A , padahal si A sangat kurang dalam hal tersebut ? “

Jawaban saya adalah :

“ Dengan mengajari si A mengatasi kekurangannya , secara tidak langsung saya juga harus mempelajari tentang hal itu lebih dalam bukan ? , misalnya saya memberikan komplain kepada bagian Cleaning Service soal kebersihan Toilet , tentu akan lebih baik jika saya mengerti bagaimana cara membersihkan toilet dengan baik dan benar , sehingga saya bisa memberikan masukan kepada bagian Cleaning Service “

Ya , dengan memberikan beberapa saran kepada Sisi , aku pun akhirnya belajar untuk mengatasi permasalahan yang kuhadapi dengan cara menemukan akar permasalahan sebenarnya yang menjadikan hidupku selalu terbebani dan dibayang bayangi oleh masalah itu , dengan menemukan akar permasalah ang sebenarnya , aku memiliki kekuatan fokus dan tentu saja akan lebih mudah untuk menghadapi masalah apapun , jika kita fokus bukan ?

Terima Kasih Sisi … mungkin kamu membutuhkan saran dan nasihat dalam mengatasi permasalahanmu namun itu memaksaku untuk belajar lebih dalam mengenai bagaimana cara mengatasi masalah tersebut …

yes , I know it would be a hard and seems impossible task to do. It would not be an easy one because , sometimes , the answers are lies beyond the pain

Jakarta , Januari 2010

Written by Reza Puradiredja

29/01/2010 at 01:17

Posted in Personal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: